Anehnya.com - Emansipasi wanita kita menyebutnya di Indonesia, sama halnya di Turki. Namun banyak pihak yang kurang setuju dengan kesetaraan gender tersebut. Salah satunya presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia mengatakan perempuan tidak sama dengan laki-laki.
Pada kodratnya perempuan di ciptakan mempunyai sifat lemah lembut. Sehingga dia tidak setuju dengan keseteraan gender dimana kaum hawa tidak diharapkan dapat melakukan pekerjaan yang sama dengan kaum adam. Dia menuturkan perempuan hanya bisa melakukan pekerjaan yang mulia yaitu menjadi seorang Ibu.
“Anda tidak dapat menempatkan perempuan dan laki-laki pada tempat yang sama. Hal ini sama dengan menentang hukum alam. Mereka diciptakan dengan sifat dan kedudukan yang berbeda,” katanya, seperti dilansir Belfast Telegraph, Selasa (25/11/2014).
“Menjadi ibu merupakan pekerjaan paling mulia untuk perempuan. Sayang, kebanyakan perempuan tidak menerima kodratnya menjadi seorang ibu,” lanjutnya.
Berbeda dengan pengacara dan aktivis hak perempuan Hulya Gulbahar yang menentang pendapat Erdogan. Menurutnya, presiden Turki itu telah melanggar konstitusi, hukum Turki dan konvensi internasional mengenai kesetaraan gender. Yang dimana akan menyebabkan timbul banyak kekerasan kepada perempuan.
“Komentar pejabat negara yang mengabaikan kesetaraan gender memainkan peran penting dalam meningkatnya kekerasan terhadap kaum hawa. Komentar ini bertujuan untuk membuat aktivis politik, seniman, ahli pengetahuan dan atlet dari kaum hawa terus diperdebatkan,” kata Gulbahar.
Presiden yang satu ini memang sering membuat kontroversi dikarenakan penganut agama Islam yang taat. Sebelumnya dia menghimbau untuk para kaum hawa untuk memiliki anak minimal tiga dan melarang tindakan aborsi dan zina.
