Dugderan, Festival Tahunan Yang Selalu Dinanti

By Unknown -
Festival Dugderan Semarang
warak ngendok
Anehnya.com - Tidak banyak agenda festival budaya yang mampu bertahan begitu lama. Dugderan merupakan salah satu yang sampai sekarang mampu bertahan dan terus dilestarikan. Tidak heran jika festival dugderan ini banyak dinantikan, baik warga Semarang maupun wisatawan yang sengaja datang untuk melihat semarak festival Dugderan yang diadakan setahun sekali ini.

celengan dari tanah liat
Warak Ngendok menjadi ciri khas festival ini. Tidak heran jika hampir semua peserta festival pasti mengusungnya. Warak Ngendok sendiri sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga kulit sisik emas, visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna-warni.

Sejarah Dugderan

Sejarah Dugderan sendiri tidak lepas dari keinginan pemerintah pada masa itu untuk menyatukan berbagai perbedaan pendapat penentuan dimulainya bulan Ramadhan. Adalah pemerintah Kanjeng Bupati RMTA Purbaningrat yang memulainya pada tahun 1881.

Sebagai penanda dimulainya bulan Ramadhan pada waktu itu Kanjeng Bupati RMTA Purbaningrat menggelar acara penabuhan bedug Masjid Agung dan membunyikan meriam di halaman kabupaten, masing-masing dibunyikan 3 kali. Kenapa dikatakan dugder, berasal dari perpaduan bunyi dugdug dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.