Anehnya.com - Penelitian yang terbaru
menunjukkan bahwa satu kaleng minuman energi populer tersebut mungkin
saja dapat meningkatkan risiko kerusakan jantung.
Sebuah studi yang dilakukan terhadap mahasiswa antara usia 20 dan 24 tahun ditemukan bahwa minum satu kaleng/botol minuman energi berkafein tersebut dapat meningkatkan kelekatan/kekentalan darah dan meningkatkan resiko pembentukan gumpalan darah.
Sebuah studi yang dilakukan terhadap mahasiswa antara usia 20 dan 24 tahun ditemukan bahwa minum satu kaleng/botol minuman energi berkafein tersebut dapat meningkatkan kelekatan/kekentalan darah dan meningkatkan resiko pembentukan gumpalan darah.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bangka Belitung (Babel),
mengingatkan masyarakat tidak mengonsumsi minuman Kratingdaeng Red Bull
karena tidak memiliki izin edar.
"Kami ingatkan masyarakat tidak mengkonsumsi Kratingdaeng yang hingga kini masih ditemukan di sejumlah warung karena tidak memiliki izin dan masuk secara ilegal. Tidak ada label BPOM pada kaleng sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan konsumen," kata Kasi Pemeriksaan, Penyelidikan, Sertifikasi, dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Babel Iswandi S. Farm, Apt di Pangkalpinang, Selasa.
"Kami ingatkan masyarakat tidak mengkonsumsi Kratingdaeng yang hingga kini masih ditemukan di sejumlah warung karena tidak memiliki izin dan masuk secara ilegal. Tidak ada label BPOM pada kaleng sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan konsumen," kata Kasi Pemeriksaan, Penyelidikan, Sertifikasi, dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Babel Iswandi S. Farm, Apt di Pangkalpinang, Selasa.
Para siswa Australia, yang menjadi sasaran
dalam penelitian ini, menunjukkan profil kardiovaskular mirip dengan
seseorang dengan penyakit jantung setelah minum satu kaleng. Red Bull
membantah tegas bahwa minuman, yang dijual di 143 negara di seluruh
dunia, itu berbahaya.
Dalam sebuah pernyataan, Red Bull mengatakan telah terbukti aman
dengan “studi ilmiah yang banyak,” dan tidak pernah dilarang dari
manapun di negara dimana produk tersebut diperkenalkan.
Namun, Dr Scott Willoughby, dari Pusat Penelitian Jantung di Rumah
Sakit Royal Adelaide, Adelaide University, mengatakan dia “terkejut”
dengan hasil survei. “Setelah minum satu kaleng Red Bull, mengubah
individu muda menjadi sesorang dengan jenis profil yang yang mirip
dengan orang berpenyakit jantung,” katanya.
“Orang-orang yang sudah memiliki penyakit jantung harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum minum Red Bull.”
